Tokusatsu, bisa diartikan sebagai Live Action. Beberapa Film yang tergolong tokusatsu adalah Shinobi, Chassern, dan DevilMan. Dan seri Kamen Rider merupakan Tokusatsu yang paling sering diperdebatkan karena dianggap merupakan tontonan anak kecil, sementara untuk seri super sentai dan ultraman, memang beberapa seri memiliki porsi yang lebih banyak sebagai tontonan untuk anak kecil.
Baik, kita mundur beberapa tahun lalu. Beberapa tahun lalu, mungkin ketika saya masih SD, Anda tentu ingat dengan Ksatria Baja Hitam ato dalam bahasa jepang Kamen Rider Black. Biasanya seorang anak akan mengingat beberapa hal seperti “Berubah, Ksatria Baja Hitam”, yah memang kedengarannya seperti anak-anak. pada masa itu saya menonton serial kamen rider karena senang dengan teknologi, animasi dan cara dia mengalahkan musuhnya, bukan pada pendalaman cerita dan setiap karakter. Sepertinya terjemahan “Kamen Rider” menjadi “Ksatria” sudah tidak relavan lagi, saya tidak bisa bayangkan bagaimana terjemahan dari Kamen Rider One, Kamen Rider Gattack, Kamen Rider Hopper jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia.
Entahlah… tapi sepertinya doktrin “ksatria baja” memang membawa saya untuk meninggalkan dunia tokusatsu sekitar 4 tahun, terhitung dari saya 3 SMP dan SMA. Sampai terakhir baru saya menonton Kamen Rider Kuuga, dengan cerita yang berbobot, kelam dan penggambaran karakter yang lebih dalam. Sehingga saya berani menilai bahwa pemikiran anak kecil belum sampai kesana. Mereka lebih spesifik melihat cara kamen rider mengalahkan musuh, gaya dia bertarung, dan animasi/efek yang ada, sudah cukup itu. Padahal serial kamen rider menawarkan cerita yang berbobot dan terkadang lebih sulit untuk dipahami.
Saya akan mengambil contoh dari serial Kamen Rider Kabuto.
Tendou, merupakan penggambaran karakter yang egois namun menghargai teman. sementara kagami, seorang yang lugu dan membenci tendou karena keegoisan dan kesombongannya. Kedua karakter ini digambarkan saling berteman, bersaing, sekaligus bermusuhan, belum lagi tendou yang harus menerima kenyataan bahwa ternyata adiknya juga termasuk worm (musuh), sehingga tendou harus memilih siapa yang harus dia lindungi.
Baik, gampangnya kita ambil lagi beberapa contoh tentang serial kamen rider Ryuki dan Kamen Rider Blade yang ditanyangkan di TV beberapa waktu yang lalu. Jika anda mendengarkan percakapan mereka secara gamblang (dubbing), saya yakin anda akan berpikir 2 kali menyimpulkan maksud dan makna dari percakapan mereka. Belum lagi jika anda melihat yang bersubtitle English. Percakapan mereka cukup berat, jika di konsumsi oleh anak kecil.
Satu lagi contoh serial Garodan ultraman nexus, Garo memang oleh pembuatnya dimasukkan dalam rating dewasa, karena adegan berdarah dan telanjang yang terlewat banyak. dan di jepang serial ini juga harus ditayangkan tengah malam. Sementara ultraman nexus, harus menelan kekecewaan karena serial ini tidak populer di jepang (tidak seperti serial ultraman lain), karena ceritanya yang tidak biasa dan memang berbobot dibandingkan serial ultraman lain. dan anak-anak di jepang pun juga kurang menyukai serial ini. Beberapa tokusatsu tersebut digambarkan secara kelam, dan lebih menyimpan banyak hal-hal misterius dan membuat si penonton bisa berpikir dan masuk kedalam situasi film tersebut. Walaupun demikian tidak dapat dipungkiri juga bahwa, serial tokusatsu juga tetap menyediakan porsi atau tayangan yang bersifat bayolan dan bisa dikonsumsi oleh anak kecil.
Sekarang tinggal pendapat dari masing-masing anda, baik yang penggemar maupun yang tidak.